MAHAKAM ULU — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahakam Ulu, Samson Batang, menegaskan tidak pernah melakukan pemotongan dana Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu, menyusul isu yang viral di media sosial terkait berkurangnya nilai beasiswa yang diterima mahasiswa.
Samson menyampaikan klarifikasi tersebut untuk meluruskan informasi yang berkembang di ruang publik. Ia menilai narasi di media sosial disampaikan tidak utuh sehingga memicu kesalahpahaman.
“Tidak ada pemotongan beasiswa. Yang terjadi adalah penyesuaian besaran penerimaan karena jumlah penerima beasiswa stimulan setiap tahun terus meningkat,” ujar Samson, Selasa (31/12/2025).
Ia menjelaskan, jumlah penerima Beasiswa Gerbang Cerdas mengalami kenaikan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 436 penerima, meningkat menjadi 487 orang pada 2024, dan melonjak menjadi 679 penerima pada 2025.
Di sisi lain, anggaran program beasiswa bersifat tetap dan terbatas. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian nilai bantuan per penerima.
“Dengan jumlah penerima yang bertambah cukup tajam, dana harus dibagi secara proporsional agar semua tetap menerima bantuan. Akibatnya, nilai yang diterima per orang disesuaikan,” kata Samson.
Menurut Samson, kebijakan ini diambil berdasarkan prinsip pemerataan dan keadilan. Pemerintah daerah berupaya memastikan tidak ada calon penerima yang tereliminasi dan program Beasiswa Gerbang Cerdas tetap dapat menjangkau lebih banyak pelajar dan mahasiswa di Mahakam Ulu.
“Prinsipnya adalah pemerataan dan keadilan. Daripada hanya sebagian menerima penuh sementara yang lain tidak terakomodasi, kami memilih membagi sesuai kemampuan anggaran,” tegasnya.
Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu merupakan program bantuan pendidikan yang berjalan sejak 2018. Program ini menjadi salah satu kebijakan afirmatif Pemkab Mahakam Ulu untuk memperluas akses pendidikan, terutama di wilayah perbatasan dan daerah tertinggal.
Skema bantuan mencakup beasiswa umum stimulan, kerja sama dengan perguruan tinggi, hingga beasiswa khusus dan profesi. Dalam beberapa tahun terakhir, ribuan mahasiswa telah menerima manfaat dari program tersebut.
Meski klarifikasi telah disampaikan, perdebatan di media sosial masih berlanjut. Sejumlah warganet meminta pemerintah lebih terbuka sejak awal terkait skema pembagian dana agar tidak menimbulkan persepsi pemotongan.
Menanggapi hal itu, Disdikbud Mahulu mengimbau mahasiswa dan masyarakat untuk mengonfirmasi informasi melalui kanal resmi pemerintah daerah sebelum menarik kesimpulan.
“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Yang terpenting, mari bersama menjaga kepercayaan publik terhadap program pendidikan yang bertujuan membantu anak-anak Mahakam Ulu,” pungkas Samson.
