BALIKPAPAN – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Angela Idang Belawan menegaskan bahwa keamanan siber merupakan instrumen krusial dalam menjaga keberlangsungan tata kelola birokrasi di era digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati dalam arahannya pada agenda sosialisasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) atau CSIRT Mahulu di Balikpapan, Senin (8/6/2026).
Menurut Bupati, gangguan pada sistem digital pemerintah tidak boleh disepelekan. Kerusakan data akan langsung berdampak buruk pada efisiensi layanan yang diterima masyarakat.
“Keamanan siber bukan hanya persoalan teknis, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Angela.
Bupati menerangkan, ketika sistem pemerintahan terganggu atau data tidak terlindungi dengan baik, pelayanan publik otomatis akan ikut terhambat.
Oleh karena itu, Angela meminta kehadiran CSIRT mampu memegang peran sebagai garda terdepan dalam melindungi aset informasi daerah.
Tim siber baru ini juga diinstruksikan untuk terus mendorong lahirnya budaya sadar keamanan informasi di seluruh instansi atau perangkat daerah Mahulu.
Ia mengingatkan bahwa dinamika ancaman siber berkembang dengan sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut seluruh personel tim untuk terus mengasah kapasitas dan kemampuan mitigasi.
“Insiden siber bisa terjadi dalam hitungan menit, sehingga kemampuan deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci utama,” pungkas Bupati.

