Gandeng TP PKK, Pemkab Mahakam Ulu Kaji Olah Sampah Jadi Biodiesel

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu mulai menelaah pemanfaatan limbah dan sampah menjadi bahan bakar alternatif jenis biodiesel. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai persoalan keterbatasan serta tingginya harga BBM jenis solar di wilayah perbatasan Kalimantan Timur tersebut.

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, menjelaskan bahwa kajian ini dilakukan berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Mahakam Ulu. Pengolahan limbah ditargetkan memiliki nilai guna serta nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

“Saat ini kami sedang mengkaji kembali bersama TP PKK mengenai pemanfaatan sampah menjadi biodiesel. Apabila tidak memungkinkan dijadikan paving block, kami berharap limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan solar di Mahakam Ulu,” kata Wabup Suhuk, di sela pelaksanaan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Ke-XII Tingkat Provinsi Kaltim yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar, Kutai Barat Rabu (22/7/2026).

Suhuk menerangkan, geografis Mahakam Ulu yang berada di kawasan terpencil membuat alur distribusi BBM kerap terkendala, sehingga memicu lonjakan harga solar di pasaran. Pengolahan sampah menjadi biodiesel dinilai menjadi opsi logis karena telah terbukti berhasil diterapkan di beberapa daerah lain.

“Program seperti ini sudah diterapkan di daerah lain dan menjadi referensi bagi kami. Mudah-mudahan inovasi tersebut dapat membantu mengatasi keterbatasan pasokan BBM di Mahakam Ulu, terutama karena harga solar saat ini cukup tinggi,” ujar Suhuk.

Pemkab Mahakam Ulu berharap dari hasil kajian ini, teknologi pengolahan limbah tidak sekadar menyelesaikan masalah kebersihan lingkungan, melainkan juga mampu menciptakan ketahanan energi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *