PENAJAM – Gelaran Job Fair yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Rabu (5/8/2026) mencatatkan penurunan jumlah partisipasi perusahaan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bursa kerja tahun ini didominasi oleh perusahaan di sektor pelayanan publik, seperti perhotelan, perbankan, pembiayaan, hingga ritel. Sementara itu, keterlibatan industri khusus seperti migas, batu bara, dan perkebunan terbilang nyaris nihil.
Kondisi tersebut turut dirasakan oleh para pencari kerja (pencaker) yang hadir. Salah satu peserta Job Fair, Berliana Risyah Damara, mengapresiasi pelaksanaan acara yang dinilainya berjalan baik dan ramah bagi berbagai jenjang pendidikan. Namun, ia berharap agar ajang serupa ke depan dapat menggandeng lebih banyak perusahaan dari sektor industri skala besar.
”Menurut saya acaranya sudah berjalan dengan sangat baik. Pilihan opsinya lumayan banyak karena lowongan tidak hanya terpaku untuk sarjana, tetapi lulusan SMA/SMK juga dibuka. Namun, masukannya mungkin bisa ditambah lagi kolaborasi dengan perusahaan industri seperti Pertamina atau sektor lainnya untuk ajang Job Fair berikutnya,” ujar Berliana.
Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, menjelaskan bahwa penurunan partisipasi pelaku usaha tidak lepas dari dinamika dan siklus perkembangan ekonomi nasional saat ini. Menurutnya, minimnya perekrutan berbanding lurus dengan ketiadaan investasi baru di daerah.
”Kalau tidak ada investasi baru, berarti tidak membuka lowongan kerja baru. Perusahaan yang ada saat ini cenderung bertahan (survive) dengan investasi yang sudah berjalan,” jelas Tohar.
Meski terjadi penurunan, Tohar tetap menyyukuri pelaksanaan Job Fair tahun ini yang masih bisa memfasilitasi para pencaker di PPU. Berdasarkan konfirmasi dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi, beberapa daerah lain bahkan tidak sanggup menggelar bursa kerja akibat absennya partisipasi industri.
Selain jumlah perusahaan yang terbatas, Tohar juga menyoroti tantangan terkait kualifikasi tenaga kerja yang dicari oleh pasar. Kebutuhan perusahaan saat ini didominasi oleh posisi dengan kualifikasi khusus serta kemampuan spesifik.
”Kualifikasinya cukup beragam dan spesifik. Kebutuhan paling banyak saat ini ada di posisi manager marketing. Sementara untuk formasi yang bersifat umum porsinya relatif sedikit. Ini menjadi tantangan bersama, terlebih jika melihat indikator perbankan di mana perputaran atau outstanding dana masyarakat masih didominasi untuk kebutuhan konsumsi,” pungkasnya.
Minim Partisipasi Industri Khusus, Job Fair PPU 2026 Didominasi Sektor Pelayanan Publik
