KUTAI BARAT – Memastikan warga terdampak banjir tetap bisa merayakan Idul Adha, jajaran Polsek Melak, Polres Kutai Barat (Kubar) menyusuri kawasan pemukiman menggunakan perahu. Langkah door-to-door lewat jalur air ini diambil khusus untuk menyambangi warga yang kesulitan keluar rumah akibat dalamnya genangan banjir.
Sejumlah personel kepolisian dikerahkan untuk menyusuri sepanjang Jalan Mulawarman, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Langkah manual dari rumah ke rumah sengaja dipilih agar warga yang tengah terisolasi bencana alam tetap dapat merasakan suasana dan rezeki di hari raya.
Pengantaran paket daging kurban ini diprioritaskan pada kawasan pemukiman dengan titik genangan air yang cukup dalam. Pihak kepolisian berkomitmen agar di tengah situasi sulit ini, ketahanan pangan dan asupan gizi masyarakat—khususnya anak-anak—tetap terjaga dengan baik.
Aksi simpatik dari Polres Kubar ini menuai respons positif dari warga Kampung Melak Ilir yang rumahnya terendam banjir. Kehadiran polisi yang mengantarkan langsung bantuan pangan ke teras rumah mendatangkan rasa syukur tersendiri.
Rudi, salah seorang warga terdampak, menyampaikan terima kasih atas kepedulian dari Kapolres Kutai Barat dan jajarannya.
“Terima kasih Kapolres Kutai Barat atas bantuannya, daging kurban ini. Ya, mudah-mudahan lebih baik lagi Polri-nya ya. Dan mudah-mudahan air di sini cepat surut,” ujar Rudi.
Apresiasi serupa juga datang dari Saiin, warga Melak Ilir lainnya. Ia berharap aksi tanggap darurat seperti ini terus berlanjut, sekaligus berharap adanya penanganan banjir yang lebih serius dari pemerintah daerah.
“Ya, terima kasih kepada Kapolres untuk bantuannya. Harapan saya semoga cepat berlalu bencana seperti ini, dan tanggapan pemerintah lebih serius lagi,” tuturnya.
Melalui penyaluran daging kurban yang menyasar langsung korban banjir ini, Polres Kubar menegaskan komitmennya untuk selalu hadir sebagai pengayom masyarakat dalam situasi apa pun. Bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri siap menjadi bantalan sosial yang responsif terhadap kondisi darurat di tingkat tapak.
