NUSANTARA – Ada yang menarik dari penampilan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Plaza Seremoni KIPP IKN, Senin (17/8/2026) pagi. Pria yang akrab disapa Pak Bas itu tampil anggun mengenakan baju adat khas Kutai.
Pemilihan busana adat Kukar ini bukan tanpa alasan. Pak Bas mengungkapkan bahwa penggunaan baju adat lokal merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan budaya Kalimantan Timur yang menjadi tuan rumah ibu kota baru.
“Ini baju Kukar ya. Tahun lalu kami pakai baju Paser, jadi sekarang kita pakai Kutai, yang sederhana saja. Ya kita kan di Kalimantan, masa saya pakai yang lain? Nanti kalau semua (baju adat Kaltim) sudah saya pakai, baru pakai yang lain,” ujar Basuki usai pelaksanaan upacara.
Penampilan berbalut busana adat lokal tersebut makin menegaskan pesan utama yang ingin disampaikan Otorita IKN pada peringatan kemerdekaan tahun ini, yakni inklusivitas dan keterbukaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurut Pak Bas, keberadaan IKN harus merangkul semua elemen tanpa terkecuali.
“Sesuai dengan temanya, kita ini bersatu. Jadi apa pun kebijakan kami adalah inklusif. Semua masyarakat, baik secara adat, disabilitas, perempuan, semua harus inklusif. Sebisanya kami tangani itu secara inklusif,” tegasnya.
Suasana di lokasi upacara sendiri berlangsung khidmat sekaligus semarak. Ribuan warga lokal dari kawasan Sepaku, Penajam, hingga wilayah sekitar Kaltim tampak antusias memenuhi area sekitar Plaza Seremoni sejak pagi hari. Masyarakat berbaur bersama peserta upacara dari unsur ASN kementerian, TNI-Polri, Paskibraka, hingga para investor mitra pembangunan.
Meski persiapannya terbilang matang—termasuk karantina Paskibraka selama dua minggu hingga penampilan tari kolosal dan musik angklung, Basuki menyebut efisiensi anggaran tetap menjadi perhatian utama. Alokasi anggaran upacara dikelola secara relatif efisien dengan dukungan kolaborasi dari para mitra.
“Anggaran relatif ya, yang besar kan upacaranya, kita Rp2 miliar lebih sedikit. Tapi kan untuk peserta yang menginap, training dua minggu Paskibra, TNI, Brimob. Kami juga dapat sponsor dari mitra seperti Bank Mandiri untuk angklung hingga doorprize yang kami bagikan semua ke masyarakat,” pungkasnya.
Peringatan HUT RI di Plaza Seremoni IKN pagi tadi pun sukses menjadi panggung kebersamaan yang mempertemukan semangat kemerdekaan, kelestarian budaya lokal Kalimantan, dan keterlibatan aktif masyarakat.
