PENAJAM – Menghadapi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, Kodim 0913/Penajam Paser Utara (PPU) menggencarkan kampanye edukasi bertajuk “Cegah Sebelum Terjadi”. Langkah ini diambil untuk mendorong kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar tidak hanya bergantung pada penanganan petugas di lapangan.
Komandan Kodim 0913/PPU, Letkol Inf. Fandy Satria Dwi Wahyuono, menegaskan bahwa perlindungan lingkungan memerlukan sinergi kolektif dari segenap warga PPU.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari petani, pelaku usaha, hingga warga desa—untuk berperan aktif menjaga hutan dan lahan. Kebakaran merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan merugikan kita semua. Jangan wariskan bencana asap kepada anak cucu kita,” ujar Fandy, Senin (24/8/2026).
Dalam sosialisasi tersebut, Kodim 0913/PPU menekankan tiga langkah utama pencegahan. Pertama, masyarakat dilarang keras membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu api meluas serta berhadapan dengan sanksi hukum. Kedua, warga diminta menguatkan pengawasan mandiri dengan meningkatkan patroli di area-area rawan. Ketiga, masyarakat diimbau segera melakukan pemadaman awal jika menemukan indikasi titik api yang memungkinkan, serta langsung melaporkannya ke aparat berwenang.
Sebagai bentuk aksi nyata, Kodim 0913/PPU mengerahkan personel Babinsa di tingkat Koramil untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian, BPBD, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Kerjasama ini diwujudkan melalui penyuluhan rutin, pemetaan wilayah rawan, hingga patroli terpadu secara berkala.
Melalui deteksi dini dan kesadaran bersama, risiko bencana karhutla di wilayah Penajam Paser Utara diharapkan dapat ditekan secara optimal. (*)
