Desa Sebuntal Maksimalkan Dana BKKDRT untuk Perbaikan Lingkungan dan Layanan Masyarakat

TENGGARONG – Pemerintah Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, terus mempercepat pembangunan lingkungan dengan memanfaatkan Program Bantuan Keuangan Khusus Desa dan Rukun Tetangga (BKKDRT) dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).

Program yang digulirkan untuk memperkuat pembangunan berbasis komunitas ini kini menjadi salah satu penggerak utama perbaikan infrastruktur dan peningkatan pelayanan masyarakat di tingkat RT.

Kepala Desa Sebuntal, Herman, mengatakan pelaksanaan BKKDRT di desanya berjalan tertib dan transparan. Setiap kegiatan yang dibiayai melalui program tersebut dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah RT serta diawasi secara langsung oleh warga.

“Seluruh kegiatan kami awasi agar sesuai dengan ketentuan. Prinsipnya, penggunaan dana harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Herman.

Ia menjelaskan, sebagian besar dana dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas dasar seperti saluran air dan jalan lingkungan. Genangan air dan banjir lokal, kata dia, masih menjadi keluhan utama warga.

“Perbaikan drainase menjadi fokus utama kami tahun ini karena masih ada beberapa wilayah RT yang rawan tergenang. Melalui BKKDRT, kami ingin menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat,” lanjutnya.

Selain pembenahan infrastruktur, Desa Sebuntal juga tengah menata sistem pengelolaan sampah. Pemerintah desa telah menyiapkan lahan untuk tempat pembuangan sementara (TPS) dan mendorong setiap RT menyediakan tong sampah agar proses pengumpulan lebih teratur.

“Petugas kami sering kesulitan mengangkut sampah karena masih banyak warga yang belum sadar pentingnya menjaga kebersihan. Dengan dukungan BKKDRT, kami ingin memperbaiki sistemnya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Herman juga menyambut baik wacana peningkatan alokasi BKKDRT dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta per RT, sebagaimana rencana program Pemkab Kukar. Menurutnya, tambahan anggaran tersebut akan memperluas cakupan kegiatan dan mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan.

“Kalau dananya bertambah, tentu dampaknya akan lebih terasa. Kami bisa memperbaiki lebih banyak titik jalan dan drainase, serta memperkuat kegiatan sosial di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, memastikan pihaknya terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar pengelolaan dana BKKDRT berjalan sesuai prosedur dan tepat guna.

“Setiap desa dan RT kami dampingi agar pelaksanaan program bisa sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku,” katanya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *