MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Mahakam Ulu (Mahulu) Dr. Stephanus Madang meminta jajaran akademisi Universitas Hasanuddin (UNHAS) mengarahkan risetnya pada kebutuhan riil daerah.
Salah satu fokus utama yang disasar adalah riset mendalam untuk menyokong program prioritas pemkab di bidang ketahanan pangan sektor pertanian dan perikanan.
Menurut Stephanus Madang, Sulawesi Selatan memiliki rekam jejak keberhasilan yang tinggi di sektor pangan yang sangat relevan untuk diadopsi oleh Mahulu.
“Karakter utama Mahulu adalah aliran sungai yang panjang. Konsep kampung nelayan sangat adaptif jika dibangun di sepanjang sungai sebagai sumber ekonomi warga,” kata Stephanus Madang.
Secara khusus, Sekda tertarik mengembangkan konsep kampung nelayan terintegrasi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Mahulu.
Jika di Sulawesi Selatan kampung nelayan berada di wilayah pesisir laut, maka di Mahulu konsep serupa sangat potensial diimplementasikan di sepanjang aliran sungai hulu.
Pemanfaatan bantaran sungai secara optimal diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat adat setempat.
Selain itu, sektor pertanian dan perikanan air tawar ini ditargetkan menjadi ruang tumbuh bagi dunia kewirausahaan generasi muda Mahakam Ulu.
Pemkab Mahulu ingin membuka wawasan para pemuda bahwa peluang sukses di masa depan tidak hanya terbatas dengan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Optimalisasi potensi alam lokal ini diharapkan melahirkan program konkret pasca-perpanjangan MoU antara Pemkab Mahulu dan UNHAS berjalan.

