PENAJAM — Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 826/Benuo Taka Bekerai bersama tim gabungan lintas instansi bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Komandan Yonif TP 826/Benuo Taka Bekerai, Letkol Inf Sulaiman, S.I.P., M.Han., menegaskan bahwa upaya pemadaman, pendinginan, dan pengendalian titik api di lapangan terus dilakukan secara intensif dan terpadu guna memastikan api tidak meluas.
“Dalam penanganan karhutla ini, kami bersinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Penajam Paser Utara, Dinas Pertanian, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” ujar Letkol Inf Sulaiman dalam keterangan resminya.
Guna menanggulangi kebakaran tersebut, kekuatan personel gabungan diturunkan secara optimal. Pasukan yang dikerahkan mencakup 1 Satuan Setingkat Peleton (SST) dari Yonif TP 826/BTB, sekitar 15 personel Dinas Pemadam Kebakaran, 7 personel Dinas Pertanian, serta 5 personel BPBD.
Dukungan sarana dan prasarana armada juga dikerahkan secara maksimal ke lokasi terdampak. Yonif TP 826/BTB menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit tangki air. Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran menyiagakan dua unit mobil pemadam dan satu unit tangki fleksibel, disusul dukungan satu unit kendaraan pemadam dari Dinas Pertanian.
Kronologi Penanganan Berkelanjutan
Aksi penanganan berawal pada Sabtu pukul 13.30 WITA ketika personel piket Yonif TP 826/BTB mendeteksi kepulan asap hitam berjarak kurang lebih dua kilometer dari markas. Tim pemadam bergerak cepat meluncur ke lokasi untuk melakukan pemadaman secara manual.
Kendati demikian, titik api baru kembali muncul pada pukul 15.30 WITA di sebelah selatan area awal. Tim gabungan langsung melakukan penanganan marathon secara manual hingga dini hari pukul 01.53 WITA.
Upaya pantauan udara juga dilakukan secara berkala. Pada pukul 16.40 WITA, pemantauan menggunakan drone milik Yonif TP 826/BTB mendeteksi nyala api sekitar 500 meter dari titik pemantauan. Pemantauan dilanjutkan pada pukul 20.00 WITA dan menemukan titik api baru berjarak 300 meter. Personel langsung dikerahkan bersama armada mobil pemadam.
Proses pendinginan dilanjutkan hingga pukul 00.44 WITA guna meminimalkan risiko potensi penyebaran api. Pemadaman serta pengendalian titik api terus diperketat secara terpadu hingga malam hari pukul 22.15 WITA.
Lindungi Perkebunan Warga dan Fasilitas Umum
Letkol Inf Sulaiman menjelaskan bahwa lokasi karhutla berada di sekitar wilayah Kelurahan Jenebora dan Kelurahan Gersik. Sebagian area terdampak merupakan lahan perkebunan milik masyarakat dengan rata-rata kepemilikan sekitar 5 hektare per kepala keluarga yang difungsikan untuk usaha perkebunan dan rumah burung walet.
Selain itu, lokasi kebakaran berada dekat dengan fasilitas umum seperti masjid warga serta berjarak sekitar 8 kilometer dari Bandara Nusantara. Oleh sebab itu, penanganan cepat menjadi prioritas utama demi melindungi keselamatan warga serta infrastruktur vital di sekitarnya.
“Sampai saat ini seluruh personel tetap siaga untuk menangani titik api, melakukan pendinginan, dan memastikan tidak ada bara yang tersisa,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Yonif TP 826/BTB mengimbau masyarakat dan pengelola lahan agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. Kondisi angin kencang serta vegetasi yang kering berpotensi mempercepat penyebaran api sehingga sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar. (Uddin.gagah_pnj)
