Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengusulkan percepatan pembangunan Jembatan Riko – Buluminung dan pembuatan embung air di Kecamatan Waru kepada pemerintah pusat sebagai langkah strategis memperkuat infrastruktur konektivitas serta ketahanan air daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Waris Muin, menyampaikan bahwa usulan proyek prioritas fisik tersebut diajukan guna mengimbangi pesatnya perkembangan kawasan ibu kota baru serta mempermudah aksesibilitas distribusi hasil pertanian dan perikanan warga lokal.
“Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan daerah yang masuk langsung dalam delineasi Ibu Kota Nusantara, sehingga mendapatkan prioritas tinggi dalam berbagai alokasi program pembangunan dari pemerintah pusat. Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Penajam Paser Utara mengajukan beberapa usulan proyek infrastruktur vital, di antaranya pembangunan Jembatan Riko – Buluminung, embung penampung air di Kecamatan Waru, serta pembangunan dan pembenahan jaringan jalan-jalan usaha tani di seluruh wilayah kabupaten,” ujar Abdul Waris Muin di Penajam.
Wabup menjelaskan, keberadaan Jembatan Riko – Buluminung akan memangkas jarak tempuh dan memperlancar arus barang maupun jasa antarwilayah. Sementara itu, pembangunan embung di Kecamatan Waru diproyeksikan untuk menjaga ketersediaan pasokan air baku serta mendukung sistem irigasi pertanian daerah. Adapun pembenahan jalan usaha tani bertujuan langsung untuk menurunkan biaya logistik para petani saat mengangkut hasil panen.
Selain mengusulkan infrastruktur fisik, Abdul Waris mengungkapkan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara juga menjadi lokasi penerima sederet program nasional lintas sektor, seperti pembentukan 37 titik Koperasi Desa, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penyediaan sarana pendidikan melalui Sekolah Terintegrasi dan Sekolah Rakyat (SR).
Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan seluruh program prioritas tersebut, Pemkab Penajam Paser Utara telah menyelesaikan rapat koordinasi dan sosialisasi tingkat bawah yang melibatkan Sekretaris Daerah, instansi teknis, hingga pengurus RT, lurah, kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat.
“Hasil koordinasi di lapangan menunjukkan respons yang sangat baik. Masalah akses jalan maupun aspek lahan pendukung sudah klir dan tidak ada kendala sama sekali. Kami di daerah pada posisi siap dan tinggal menunggu peluncuran resmi dari pemerintah pusat. Kami optimistis pada 2026 mendatang seluruh program strategis, baik Sekolah Rakyat maupun Koperasi Desa, sudah terlihat wujud fisik dan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Penajam Paser Utara,” tutur Abdul Waris.
