Personil Gabungan Sisir Sisa Bara Api di Titik Lahan Karhutla Bukit Tengkorak IKN

PENAJAM PASER UTARA – Tim Satuan Tugas (Satgas) Gabungan yang terdiri dari Kodim 0913/PPU, Yonif TP 826, dan Kedeputian Lingkungan Hidup OIKN terus bergerak menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kampung Dayak Bukit Tengkorak, Deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Personel gabungan yang dipimpin langsung oleh Dandim 0913/PPU, Letkol Inf. Fandy Satria, berupaya keras menyisir setiap sudut lahan untuk memastikan tidak ada lagi sisa-sisa api yang berpotensi membesar kembali.

​Penyisiran intensif difokuskan pada sisa-sisa batang pohon dan semak belukar yang sempat terbakar selama sepekan terakhir. Memasuki waktu sore hingga menjelang petang, para petugas di lapangan terus berkejaran dengan waktu untuk memadamkan bara api tersembunyi yang berisiko memicu kebakaran susulan.

​”Tim satgas Gabungan Kodim 0913/PPU, Yonif TP 826 dan KeDeputian LH OIKN tetap melaksanakan pemadaman Karhutla lanjutan di wilayah Kampung Dayak Bukit Tengkorak Deliniasi IKN, masih banyak titik api yang berada di dalam semak semak belukar dan pohon yang didalamnya terdapat bara api,” ujar Letkol Inf. Fandy Satria saat menjelaskan situasi terkini di lokasi.

​Rangkaian penyisiran serta proses pendinginan titik-titik bara api tersebut memerlukan daya tahan dan kesabaran ekstra dari seluruh anggota di lapangan. Pemadaman dilakukan secara marathon dari pagi hingga malam hari demi memastikan kawasan IKN benar-benar aman dari ancaman karhutla.

​”Kegiatan pemadaman dimulai dari pukul 07.00 WITA, tim satgas bergerak secara simultan menyisir beberapa lokasi yang terdampak Karhutla hingga operasi saya hentikan pada 18.45 WITA Senin 07/09/2026, dengan memastikan radius wilayah sudah diyakinkan tidak ada titik api,” ungkap Dandim.

​Keterbatasan armada dan sarana pemadaman di area krisis tidak menyurutkan langkah tim gabungan. Di tengah akses medan yang tidak mudah, peralatan manual menjadi tumpuan utama petugas untuk menjangkau titik-titik sulit yang berada di luar jangkauan selang pemadam.
​”Saat ini unit standby yg saya miliki 1 unit Damkar standby dari Yon TP 826, selebihnya jet shooter yang menjadi andalan utk melaksanakan pemadaman manual manakala selain air sudah tidak menjangkau parameter didepan,” jelasnya.

​Meski harus mengandalkan alat-alat seadanya seperti jet shooter, semangat para personel di lapangan tidak kendur. Dandim menegaskan bahwa terbaginya unit bantuan di berbagai wilayah lain merupakan hal yang wajar mengingat penanganan karhutla juga sedang berlangsung serentak di titik-titik lain dalam kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

​”Meskipun sarana yang terbatas kami tetap berupaya bekerja keras utk memastikan api sudah padam. Kondisi ini bukan berarti pihak lainnya tidak membantu, karena unit yg lain juga sama sama bekerja pemadaman api dibberapa titik lainnya di seputaran Wil Kab PPU,” tegas Fandy.
​Perjuangan gigih dan kekompakan antarlembaga di lapangan ini didasari atas rasa tanggung jawab moral demi menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan. Seluruh petugas berharap usaha keras yang dibarengi dengan doa ini dapat segera membuahkan hasil maksimal.

​”Sinergitas yang ada semakin menguatkan semangat para petugas didalam satgas ini dengan menjunjung tinggi misi kemanusiaan dan berharap dalam doa, hujan segera turun menyeluruh,” tutup Letkol Inf. Fandy Satria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *