BALIKPAPAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) terus memperkuat fondasi pembangunan infrastruktur daerah melalui peningkatan kualitas pengujian material konstruksi.
Langkah ini ditandai dengan dibukanya kegiatan Laporan Pendahuluan Kajian Akademis Pembentukan UPTD Laboratorium Konstruksi oleh Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, di Hotel Astara Balikpapan, Rabu (15/7/2026).
Bupati Angela menegaskan, pembentukan laboratorium ini merupakan strategi mendorong kemandirian daerah agar tidak lagi bergantung pada fasilitas daerah lain dalam menguji mutu material.
“Dengan hadirnya laboratorium konstruksi milik daerah, pengujian beton, agregat, tanah, aspal, dan material lainnya dapat dilakukan lebih cepat, efisien, serta hemat biaya,” ujar Angela.
Menurutnya, pesatnya pembangunan di Mahulu membutuhkan sistem pengujian material yang andal dan profesional. Langkah ini sekaligus memperkuat prinsip quality assurance dan quality control demi tata kelola pembangunan yang akuntabel.
Selain melayani perangkat daerah, UPTD Laboratorium Konstruksi nantinya diproyeksikan memberi layanan bagi kontraktor, konsultan, akademisi, hingga masyarakat umum, serta berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Meski begitu, Angela mengingatkan agar pembentukan lembaga baru ini didasarkan pada analisis kebutuhan organisasi, beban kerja, dan kelayakan operasional yang matang agar tepat guna dan berkelanjutan.
Dalam penyusunan kajian akademis ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mahulu bermitra dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR Mahulu Didik Subagya, perwakilan LPPM ITN Malang Dr. Ir. Agustina Nurul H., serta jajaran OPD terkait di lingkup Pemkab Mahulu.

